Selasa, 17 Maret 2015



Dalam  pengelolaan Madrasah Diniyah  ( Madin ) Al-Ridlo yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Al-Ridlo Desa Purbasari,  kami mendapatkan informasi dari Departemen Agama Purbalingga, waktu itu baru ada rencana ada seksi Pekapontren ( melalui pak Humam ) bahwa Pondok Pesantren yang  menambah  tiga mata pelajaran umum, yakni Bahasa Indonesia, matematika dan bahasa inggris, bisa mendapatkan ijazah dari Departemen Agama setara pendidikan formal.
Berdasarkan informasi tersebut diatas kami mencoba mengkomunikasikan dengan pengurus  Madin, dan mendapat respon positif.  Kemudian kami selaku Kepala Madin  berupaya melacak kejelasan informasi itu ke Depag Purbalingga. Setahun sudah berlalu walhasil kami tidak memperoleh keterangan yang jelas mengenai hal diatas sampai di Depag berdiri Pekapontren dengan Kasi Bapak Syamsul Bahri.  Dalam hal ini Beliau memberi saran agar saya melakukan konsultasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga  ( PLS-nya).
Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga meminta saya untuk mengajukan proposal  pendirian Kejar Paket C. Maka  kami membuatnya dan mengajukanya kembali. Namun dari Diknas Kabupaten untuk masalah ini saya diminta untuk mengkonsultasikanya dengan Dinas Pendidikan Kecamatan Karangreja. Bapak Azhari selaku Kepala Dinas Kecamatan karangreja akhirnya meminta saya untuk mebuat surat pernyataan   kesanggupan mengelola Kejar Paket C sampai selesai. Disamping itu beliau juga menginformasikan bahwa di Purbasari masih banyak anak usia sekolah  SMP yang tidak sekolah. Dan Pemerintah sedang menggalakan program wajar dikdas 9 tahun.
Tantangan yang diberikan Kepala Dinas Pendidikan Kecamatan Karangreja membuat saya mengambil langkah mengumpulkan calon Warga Belajar dan memberikan pengertian kepada mereka bahwa progran Kejar Paket C itu swadana.  Alhamdulilah dacapai satui kesepakatan  sanggup  jika pengelolaan Kejar Paket C itu swadana. Disamping itu saya juag mengumpulkan calon Tutor untuk membagi  tugas mapel. Dalam musyawarah ini saya sampaikan adanya proyek Kejar Paket B dengan target 5000 orang di Kabupaten Purbalingga.
Dengan mengingat di desa Purbasari masih banyak  anak putus sekolah ( tidak melanjutkan ke SMP/MTs) maka teman-teman pengurus menghendaki agar  tidak hanya Kejar Paket C yang diadakan   tetapi,Kejar Paket B juga. Maka disaat yang bersamaan kami mengelola Kejar Paket C dan Kejar Paket B.
Tahun pertama kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Namun di akhir tahun sedikit ada masalah yakni  ada beberapa warga belajar kami  ( Warga Belajar Paket B )  yang mengikuti ujian SMP Terbuka. Meskipun dalam rekruitmen Warga Belajar kami sudah menanyakan kepada yang bersangkutan telah terdaftar di SMP Terbuka apa belum ? Semuanya menyampaikan belum. Hal ini sempat membuat gempar Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga ( PLS-nya)  Sebab diberitakan di mass media bahwa Kejar  Paket B mencatut siswa  SMP Terbuka. Dalam pemberitaan terjadi di Kecamatan Karangjambu.
Masalah ini dapat diselesaikan dengan baik setelah Dinas Pendidikan melakukan sidak termasuk ke KPB AL-Ridlo.  Dan tidak terbukti ditempat kami  mencatut siswa SMP terbuka.
Masalah tersebut berdampak  kepada Warga Belajar. Mereka menjadi kurang aktif dalam pembelajaran. Sehingga kami selaku pengelola berupaya lebih memotifasi Warga Belajar dengan berbagi kegiatan tambahan dengan mengedakan persahabatan sepak bola, rekreasi, dan majlis ta’lim setiap hari Ahad Pahing.
Disamping Kejar Paket B dan Kejar Paket C ,kami juga mengelola Kejar Paket A KF ( Keaksaraan Fungsional) . Hal ini dilakukan setelah kami mengamati di desa Purbasari masih banyak masyarakat yang belum melek aksara, dan kami konsultasikan dengan Tenaga Lapangan dikmas ( TLD ) Kecamatan Karangjambu.
Pada Tahun yang sama, dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di belahan timur Purbasari, Yakni Pringgading dan Sigupit yang belum tersentuh pendidikan bagi anak usia dini, maka kami juga mengupayakan berdirinya PAUD disana dengan nama PAUD AL-FATAH.
Untuk meningkatkan keterampilan sebagai bekal hidup, kami juga mengupayakan berdirinya Kelompok Belajar Usaha kaligrafi dan sapu. Setelah mereka mampu memprodulsi dengan baik permasalahan yang ada terjadi  pada pemasaran  barang tersebut. Masalah ini belum terpecahkan hingga sekarang.
Dengan melihat program PLS mengenai pendidikan kesetaraan, dan mempertimbangkan di desa Purbasari  ( tepatnya di Rw 02) masih banyak masyarakat yang belum mengenyam pendidikan dasar setara SD( belum  tamat SD ) maka pada tahu 2006 kami juga mengupayakan berdirinya KPA Setara SD. 
Disamping itu untuk meningkatkan pelayanan kami terhadap Warga Belajar Paket A KF, KPA Setara SD , KPB Setara SMP, dan KPC Setara SMA, dan Masyarakat lainya kami harus bisa menyediakan bahan bacaan yang memadahi. Maka kami mengupayakan dengan mendirikan Taman Bacaan Masyarakat.
Untuk menyatukan semua kegiatan itu pada bulan Maret 2008 kami telah membentuk Pusat Kegiatan Belajar masyarakat yang  kami beri nama PKBM AL-RIDLO, dengan sekretariat di rumah Baopak Yahya AM.  Pengajuan ijin operasioanal PKBM ini sampai saat ini sedang dalam proses.






Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!